Bis diberintiin buat beli serabi!..

Sambil nunggu penerbangan ke Bandung, banyak yang bisa dilakuin. Secara di Changi surga wanita, wifey lihat2, yours trully nonton video presentasi Seth Godin. Buku nya “Purple cow” sempet menarik perhatian, tp sampe sekarang belum sempat baca. Eh malah dapat persentasinya.

Disini seth godin memberikan masukan markteing yang mantab. Tanpa disadari, kita ditawarkan berbagai jenis barang. Mulai dari kebutuhan sehari, barang-barang kantor dan sebagainya. Iklan menawarkan produk yang bermacam-macam, tp apakah orang akan membeli produk-produk itu?. Ternyata orang-orang itu tidak perduli!..kenapa?…karena mereka ditawarkan produk yang sangat banyak, tp orang-orang mempunyai waktu yang sangat sedikit. Apa yang harus dilakukan?.

productadoption2

Yang bisa kita lakukan adalah mengadakan pendekatan kepada orang-orang di level innovator dan early adaptor. Lebih fokus dalam program marketing, tidak untuk semua lapisan. Karena dari orang-orang inilah, yang nantinya akan memberikan info kepada yang lainnya.

Kasus:

Tadi pas sampe Bandung, dijemptu mamam ama papap. Dalam perjalanan pulang, mamam cerita pengalaman dia pertama kali mencoba surabi. Ketika berkunjung ke yogya dengan sekumpulan ibu menggunakan bis, ada ibu2 yang membeli surabi sebanyak 5 buah. Di dalam bis, makanan itu dibagikan ke ibu-ibu yang lain. Terkena sihir mantabnya si surabi, bis dipaksa oleh ibu-ibu itu berhenti dan kembali untuk surabi. Bisa di bilang, ibu yang mengenalkan surabi pertama kali tadi adalah orang early adaptor..

Keiko Jambi:

Untuk keiko jambi, cara paling mudah mengidentifikasi “early adaptor” adalah dengan orang-orang yang peduli dengan keiko jambi. Ada beberapa konsumen tetap dan ada beberapa yang menanyakan keadaan keiko jambi ” menu baru apa neh?”, “program baru keiko apa neh?” . Program-program marketing yang di fokuskan ke “early adaptor” keiko jambi ini, diharapkan akan membawa konsumen yang lebih banyak…

Leave a Reply